Selasa, 24 Mei 2016

Kematian Seseorang Justru dijadikan Lelucon


Kematian Seseorang Justru dijadikan Lelucon 




           
            Tentu masih ingat bukan dengan kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dialami oleh seorang gadis yang dilakukan oleh tiga orang pemuda dengan cara yang sangat keji? Ya, pelakunya memang sangat tidak berprikemanusiaan, biadab, dan bermental binatang. Banyak yang prihatin dan terguncang dengan kasus ini. Indonesia sedang krisis moral.
             Foto-foto korban yang kurang layak dengan kondisi mengenaskan tersebar luas di berbagai akun media sosial dan dengan mudah diakses oleh siapapun. Mungkin tidak ada niatan buruk saat ada yang menyebarluaskan foto almarhumah, tetapi bagaimana dengan perasaan sanak saudara yang ditinggalkan? Apakah pantas? Belum cukup kesedihan dan luka yang mendalam untuk merelakan sosok almarhumah yang pergi dengan cara yang sangat tidak layak, ditambah pula dengan beredar luasnya foto yang tidak sepatutnya diperuntukkan untuk konsumsi publik. 
            Terlebih lagi jika sudah ada yang seperti ini. Entah bagaimana jalan pikirnya. Ketika hal yang menyangkut kematian seseorang justru dimanfaatkan dan dijadikan sebagai bahan lelucon, apa yang ingin didapatkan dengan membuat foto-foto seperti itu? Media sosial memanglah hak pribadi. tetapi dengan membuat foto tersebut, sepertinya Anda tidak cukup pintar  jika ingin dinilai sebagai sosok yang kreatif, justru akan terlihat tidak memiliki perasaan dan tidak bermoral. Pasti jika sudah ada yang mengkritisi seperti ini, anda akan membentengi diri dengan perkataan “Ah, jangan sok bijak. Ini hanya untuk lucu-lucuan atau hiburan” lantas apakah dengan maraknya kasus pemerkosaan yang disertai dengan pembunuhan yang sangat keji merupakan suatu hiburan bagi Anda? Oh saya mengerti sekarang, mungkin Anda kurang hiburan atau kurang piknik sehingga tidak paham bagaimana cara untuk menghibur diri. Setelah bersusah payah membuat foto tersebut tentu anda ingin orang-orang yang melihatnyapun ikut tertawa dan merasa terhibur bukan? Ya, tidak saya pungkiri bahwa sayapun tertawa saat pertama kali melihat foto itu. Saya menertawakan anda yang memiliki OTAK KERDIL dan tidak bisa menghargai sosok almarhumah, juga perasaan keluarga beserta sanak saudaranya. Apakah Anda terima jika ini terjadi pada keluarga ataupun saudara anda?  Saya tekankan tak hanya satu orang dari kami kaum wanita yang menangis dan merasa prihatin dengan kepergian almarhumah yang sangat tragis, tak ada yang menganggap kematian atas dirinya adalah sebuah lelucon.
          Saya tidak berniat untuk menghujat, sok-sokan mengkritisi ataupun bersikap bijak. saya bukan orang yang mengerti akan hukum, tapi paling tidak saya mengerti apa yang tidak sepantasnya dilakukan dari suatu kejadian yang bukan main-main, terlebih yang menyangkut nyawa seseorang. Dan yang sangat menyedihkan adalah bahwa pendidikan rupanya sudah bukan menjadi jalan keluar lagi. Manusia sudah sulit untuk dimanusiakan. yang berpendidikanpun bahkan banyak yang tidak bermoral, krisis akhlak, sulit menghargai orang lain, karakternya bobrok. Berawal dari hal tersebut orang-orang tak paham bagaimana cara bersikap dan mengimplementasikannya. Semoga tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang demikian, yang mungkin kurang cukup pintar jika dibandingkan dengan anak bangku Sekolah Dasar atau bahkan yang masih di Taman Kanak-kanak yang paling tidak sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk.


Senin, 23 Mei 2016

Menjadi Seorang Blogger yang Kekinian


Menjadi Seorang Blogger yang Kekinian



        Sebenarnya apa yang menjadi tolak ukur untuk dapat dikatakan sebagai manusia kekinian atau “ngehits” di era yang terbilang sudah sangat canggih ini? Tentu saja salah satunya adalah harus update dan tidak gaptek dengan adanya teknologi. Seperti penggunaan media sosial misalnya, tetapi kebanyakan masyarakat cenderung latah dengan apa yang sedang menjamur dan tidak memerhatikan dari segi  manfaat dan baik buruknya. Berbagai macam aplikasi media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, line, whatsapp, bbm, dan lain sebagainya saat ini justru lebih berfungsi sebagai tempat “Curhat” dari penggunanya yang dapat dilihat dan diakses oleh manusia diseluruh penjuru dunia. Memang tidak sepenuhnya salah, media sosial adalah hak dan milik pribadi tetapi jika mengumbar aib diri sendiri kepada semua orang justru akan merugikan juga.
            Berbeda dengan seseorang yang mempublish sesuatu di akun blog, akan ada banyak sekali manfaat yang diperoleh untuk diri sendiri ataupun orang lain, menjadi blogger berarti telah berbagi ilmu kepada orang lain yang sangat bermanfaat, tentu saja lebih kekinian daripada orang-orang yang mengaku kekinian karena telah berkeluh kesah dan curhat diberbagai akun media sosial. Beberapa manfaat selain kekinian dari seorang blogger adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan kualitas diri

           Seorang blogger tentu akan selalu memiliki keinginan untuk mempublish ataupun memposting sesuatu di blog miliknya, seperti artikel, opini, tips & trik, ataupun karya-karya lain yang dapat bermanfaat bagi pembaca. Hal itu akan membuat dia menjadi aktif menulis dan produktif, yang secara tidak langsung telah meningkatkan kualitas dirinya
2.  Bermanfaat bagi orang lain
      Tentu saja pembaca yang mencari sesuatu tulisan yang berkaitan dengan tulisan yang kita posting akan merasa sangat terbantu, pembaca tersebut tidak perlu repot-repot membeli buku ataupun mencari buku untuk mendapatkan informasi, cukup dengan melihat tulisan yang kita posting dan mengunduh ataupun mengcopy paste  postingan kita, maka apa yang kita tulis telah bermanfaat bagi orang lain.
3. Lebih dapat menghargai karya orang lain        
            Karena telah aktif menulis dan mengetahui untuk menghasilkan sebuah tulisan sangatlah sulit, karena harus melalui proses ide kreatif, maka seorang blogger akan lebih dapat menghargai karya orang lain. contohnya seperti diblog-blog milik seseorang yang selalu memposting tulisan-tulisan yang menarik, ataupun karya-karya orang lain didunia nyata yang bukan bersifat tulisan. Ada rasa apresiasi tersendiri yang dirasakan oleh seorang blogger, sehingga ia enggan mengcopy tanpa izin atau bahkan menyadur dan menjiplak karya orang lain.
4. Menjadi seseorang yang aktual
            Pada hakikatnya, seorang blogger adalah penulis. Maka dia akan peka terhadap apa yang terjadi disekitar lingkungan kehidupannya untuk dijadikan bahan menulis dan berbagi di akun blognya. Bisa juga terhadap hal-hal baru yang sedang merebak di Indonesia.
5. Memiliki rasa bangga tersendiri
            Setelah menghasilkan banyak tulisan dan mendapatkan jumlah viewrs atau pengunjung yang telah membaca tulisan-tulisan diblognya, maka seorang blogger akan merasa bangga karena karya beserta tulisannya telah banyak dikunjungi dan dia berhasil berbagi illmu dengan orang lain.
6. Dapat dikenal

        Tentu saja pembaca yang telah membaca blog dapat melihat profil dari sang blogger atau penullis. Ketika yang membaca adalah seseorang yang kenal dengan kita, contohnya teman, keluarga, guru, ataupun dosen, maka kita akan lebih dikenal sebagai seseorang yang aktif menulis dan produktif.
7. Bisa mendapatkan penghasilan tambahan


            Apabila kita menekuni menulis di blog dengan sungguh-sungguh, maka bukan sesuatu hal yang mustahil apabila blog dapat menjadi ladang untuk menghasilkan uang tambahan, contohnya dengan cara kita menjual online shop yang pemasaran atau promosinya melalui blog yang kita miliki, ataupun project-project foto, video, bisa juga dengan mengikuti perlombaan blog, dan masih banyak lagi.
            Jadi, tentu saja menjadi seorang blogger yang aktif menulis dan berbagi ilmu dengan orang lain dapat menjadikan kita sebagai seseorang yang kekinian dan “hits” dalam hal yang sangat positif, silahkan yang belum mencoba dapat bergabung menjadi seorang blogger yang aktif dan produktif. Tetap menulis, tingkatkan menulis, dan terus menulis. Salam blogger!