Kematian Seseorang Justru dijadikan Lelucon
Tentu
masih ingat bukan dengan kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dialami oleh
seorang gadis yang dilakukan oleh tiga orang pemuda dengan cara yang sangat
keji? Ya, pelakunya memang sangat tidak berprikemanusiaan, biadab, dan
bermental binatang. Banyak yang prihatin dan terguncang dengan kasus ini. Indonesia
sedang krisis moral.
Foto-foto korban yang kurang layak dengan
kondisi mengenaskan tersebar luas di berbagai akun media sosial dan dengan mudah
diakses oleh siapapun. Mungkin tidak ada niatan buruk saat ada yang
menyebarluaskan foto almarhumah, tetapi bagaimana dengan perasaan sanak saudara
yang ditinggalkan? Apakah pantas? Belum cukup kesedihan dan luka yang mendalam
untuk merelakan sosok almarhumah yang pergi dengan cara yang sangat tidak
layak, ditambah pula dengan beredar luasnya foto yang tidak sepatutnya diperuntukkan
untuk konsumsi publik.
Terlebih
lagi jika sudah ada yang seperti ini. Entah bagaimana jalan pikirnya. Ketika
hal yang menyangkut kematian seseorang justru dimanfaatkan dan dijadikan
sebagai bahan lelucon, apa yang ingin didapatkan dengan membuat foto-foto
seperti itu? Media sosial memanglah hak pribadi. tetapi dengan membuat foto
tersebut, sepertinya Anda tidak cukup pintar
jika ingin dinilai sebagai sosok yang kreatif, justru akan terlihat
tidak memiliki perasaan dan tidak bermoral. Pasti jika sudah ada yang
mengkritisi seperti ini, anda akan membentengi diri dengan perkataan “Ah, jangan
sok bijak. Ini hanya untuk lucu-lucuan atau hiburan” lantas apakah dengan
maraknya kasus pemerkosaan yang disertai dengan pembunuhan yang sangat keji
merupakan suatu hiburan bagi Anda? Oh saya mengerti sekarang, mungkin Anda kurang
hiburan atau kurang piknik sehingga tidak paham bagaimana cara untuk menghibur
diri. Setelah bersusah payah membuat foto tersebut tentu anda ingin orang-orang
yang melihatnyapun ikut tertawa dan merasa terhibur bukan? Ya, tidak saya
pungkiri bahwa sayapun tertawa saat pertama kali melihat foto itu. Saya
menertawakan anda yang memiliki OTAK KERDIL dan tidak bisa menghargai sosok almarhumah,
juga perasaan keluarga beserta sanak saudaranya. Apakah Anda terima jika ini
terjadi pada keluarga ataupun saudara anda?
Saya tekankan tak hanya satu orang dari kami kaum wanita yang menangis dan
merasa prihatin dengan kepergian almarhumah yang sangat tragis, tak ada yang
menganggap kematian atas dirinya adalah sebuah lelucon.
Saya tidak
berniat untuk menghujat, sok-sokan mengkritisi ataupun bersikap bijak. saya
bukan orang yang mengerti akan hukum, tapi paling tidak saya mengerti apa yang tidak
sepantasnya dilakukan dari suatu kejadian yang bukan main-main, terlebih yang
menyangkut nyawa seseorang. Dan yang sangat menyedihkan adalah bahwa pendidikan
rupanya sudah bukan menjadi jalan keluar lagi. Manusia sudah sulit untuk
dimanusiakan. yang berpendidikanpun bahkan banyak yang tidak bermoral, krisis
akhlak, sulit menghargai orang lain, karakternya bobrok. Berawal dari hal
tersebut orang-orang tak paham bagaimana cara bersikap dan
mengimplementasikannya. Semoga tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang
demikian, yang mungkin kurang cukup pintar jika dibandingkan dengan anak bangku
Sekolah Dasar atau bahkan yang masih di Taman Kanak-kanak yang paling tidak
sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk.




