Selasa, 17 Mei 2016

Tak Ada Tempat Khusus Untuk Belajar Moral Lagi


Tak Ada Tempat Khusus Untuk Belajar Moral Lagi
           
            Seseorang yang mengenyam bangku pendidikan tentu saja tidak hanya ingin mendapatkan ilmu dibidang akademis, walaupun memang hal tersebut merupakan yang paling utama, tapi ada beberapa hal lain yang didapatkan pula di dunia pendidikan. Salah satunya adalah pendidikan karakter yang berkaitan dengan moral dan akhlak siswa atau peserta didik. Karena seseorang yang hanya pandai dibidang akademis tetapi tidak diikuti dengan moral yang baik akan menimbulkan ketimpangan. Dan di masyarakat, terdapat pandangan bahwa walaupun seseorang telah mengenyam pendidikan tetapi tidak memiliki moral yang berkaitan sikap, karakter, ataupun tingkah laku yang baik dengan sesama manusia atau lingkungannya, maka seseorang tersebut dikatakan tidak bermoral.
            Jadi, apakah pendidikan yang tinggi menjadi tolak ukur seseorang yang memiliki moral? Seharusnya iya, karena tujuan diadakannya pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia. Dalam artian dijadikan manusia seutuhnya yang memiliki ilmu pengetahuan dan sikap atau moral yang baik. Moral sudah bukan merupakan sesuatu yang asing, karena semenjak pendidikan usia dinipun, manusia sudah diajarkan mengenai hal tersebut. Tetapi pada realitanya, orang-orang yang sering dinilai tidak memiliki moral justru kebanyakan orang yang tidak awam dengan pendidikan, bahkan telah mengenyam pendidikan yang tinggi. Contoh sederhananya adalah koruptor, sesungguhnya mereka adalah orang-orang besar dengan sederet gelar dinama belakangnya. Mereka tahu akan moral, tetapi tidak bisa mengaplikasikannya dengan baik. Belum lagi saat ini khususnya di Indonesia, sedang gencar-gencarnya kekerasan seksual yang dilakukan oleh seseorang yang masih dibawah umur, yang masih sedang mengenyam bangku sekolah dasar dan menengah. Bayangkan saja, anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar sudah melakukan hal yang demikian. Lantas apa yang perlu diperbaiki? Saat ini pendidikan bukan lagi yang menjadi kesejajaran seseorang yang memiliki moral. Orang yang mengenyam bangku pendidikan dan yang telah berpendidikan tinggipun saat ini justru bisa disejajarkan dengan orang-orang yang berpendidikan rendah  karena sama-sama tidak memiliki moral.
            Oleh karena itu bidang pendidikan yang harus lebih berupaya dan berusaha lebih keras lagi dalam hal menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik yang dilakukan oleh guru, begitupun peran orangtua di rumah juga perlu membantu. Indonesia sedang mengalami krisis moral. Jangan berdiri diam atau jalan ditempat, jangan pula hanya berjalan santai. Orang tua, guru, masyarakat, atau siapapun harus berupaya untuk memperbaiki ini semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar