Menanam
Moral Melalui Tripusat Pendidikan
Selamat
pagi, siang, sore, ataupun malam untuk kalian orang-orang hebat yang gemar
membaca, khususnya yang telah menyempatkan diri untuk melihat-lihat tulisan
sederhana saya ini. Ah penat sekali rasanya hidup di zaman sekarang, kejahatan
dimana-mana, kriminalitas tiap tahun selalu mengalami peningkatan, pelakunya
tak pandang usia ataupun kasta. Kelas
sosial? Tak perlu di kelas-kelaskan rasanya. Toh kelas rendah atau kelas atas
saat ini tidak menjamin seseorang untuk berperilaku baik. Lantas apa yang
menjadi titik tolaknya? Apa yang harus dibekali kepada generasi penerus bangsa
agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan menjadi kriminal?
Tentu saja moral, akhlak, sikap, yang nantinya akan berdampak kepada perilaku
seseorang atau generasi penerus tersebut, jika moralnya sudah terbentuk, tentu
saja perilakunya juga pasti baik.
Manusia
tak pernah lepas dari manusia lainnya, di kehidupan sehari-hari terdapat tiga
hal yang menjadi dasar terjadinya suatu kegiatan interaksi. Yaitu lingkungan
formal (Sekolah), informal (keluarga), dan nonformal (masyarakat). Ketiga hal
tersebutlah yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan serta membentuk moral
yang baik bagi anak-anak generasi penerus. Tapi tentu saja dari ketiga
lingkungan itu tidak selamanya merupakan lingkungan yang dapat menciptakan atau
membuat karakter seseorang menjadi baik. Contohnya pada lingkup nonformal atau
masyarakat, lingkungan sekitar di kehidupan masyarakat justru yang memiliki
andil sangat besar. Karena pengaruhnya sangat dapat mengubah seseorang. Tidak
hanya yang tadinya tidak baik menjadi baik, tapi bisa juga yang tadinya baik
justru menjadi tidak baik karena lingkungan masyarakat yang ada disekitarnya
cenderung buruk sehingga anak-anak yang melihatnya akan mengikuti dan mencontoh
dari apa yang ada.
Karena
itu formal(sekolah) dan informal(keluarga), harus lebih maksimal lagi dalam
memberikan ataupun mengajarkan nilai-nilai dan pendidikan karakter, karena
dengan adanya hal buruk yang dapat membentuk moral seseorang menjadi tidak baik
harus ada yang dapat menanggulanginya, agar tidak berlangsung terus menerus dan
semakin parah, terutama lingkup informal atau keluarga yang harus mencurahkan
segala perhatian kepada anak agar dapat memiliki rasa aman, nyaman, dan tidak
terjerumus pada hal yang buruk. Begitupun lingkup formal atau pendidikan, yang
menjadi keluarga kedua bagi anak, harus lebih intensif lagi memberikan
nilai-nilai kehidupan seperti cara bersikap, menghargai oranglain, pembentukan
karakter, watak, serta akhlak yang dapat membuat seseorang memiliki moral yang
baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar