Rabu, 08 Juni 2016

Menanam Moral Melalui Tripusat Pendidikan


Menanam Moral Melalui Tripusat Pendidikan

            Selamat pagi, siang, sore, ataupun malam untuk kalian orang-orang hebat yang gemar membaca, khususnya yang telah menyempatkan diri untuk melihat-lihat tulisan sederhana saya ini. Ah penat sekali rasanya hidup di zaman sekarang, kejahatan dimana-mana, kriminalitas tiap tahun selalu mengalami peningkatan, pelakunya tak pandang usia ataupun  kasta. Kelas sosial? Tak perlu di kelas-kelaskan rasanya. Toh kelas rendah atau kelas atas saat ini tidak menjamin seseorang untuk berperilaku baik. Lantas apa yang menjadi titik tolaknya? Apa yang harus dibekali kepada generasi penerus bangsa agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan menjadi kriminal? Tentu saja moral, akhlak, sikap, yang nantinya akan berdampak kepada perilaku seseorang atau generasi penerus tersebut, jika moralnya sudah terbentuk, tentu saja perilakunya juga pasti baik.
            Manusia tak pernah lepas dari manusia lainnya, di kehidupan sehari-hari terdapat tiga hal yang menjadi dasar terjadinya suatu kegiatan interaksi. Yaitu lingkungan formal (Sekolah), informal (keluarga), dan nonformal (masyarakat). Ketiga hal tersebutlah yang memiliki peran penting dalam menumbuhkan serta membentuk moral yang baik bagi anak-anak generasi penerus. Tapi tentu saja dari ketiga lingkungan itu tidak selamanya merupakan lingkungan yang dapat menciptakan atau membuat karakter seseorang menjadi baik. Contohnya pada lingkup nonformal atau masyarakat, lingkungan sekitar di kehidupan masyarakat justru yang memiliki andil sangat besar. Karena pengaruhnya sangat dapat mengubah seseorang. Tidak hanya yang tadinya tidak baik menjadi baik, tapi bisa juga yang tadinya baik justru menjadi tidak baik karena lingkungan masyarakat yang ada disekitarnya cenderung buruk sehingga anak-anak yang melihatnya akan mengikuti dan mencontoh dari apa yang ada.     
            Karena itu formal(sekolah) dan informal(keluarga), harus lebih maksimal lagi dalam memberikan ataupun mengajarkan nilai-nilai dan pendidikan karakter, karena dengan adanya hal buruk yang dapat membentuk moral seseorang menjadi tidak baik harus ada yang dapat menanggulanginya, agar tidak berlangsung terus menerus dan semakin parah, terutama lingkup informal atau keluarga yang harus mencurahkan segala perhatian kepada anak agar dapat memiliki rasa aman, nyaman, dan tidak terjerumus pada hal yang buruk. Begitupun lingkup formal atau pendidikan, yang menjadi keluarga kedua bagi anak, harus lebih intensif lagi memberikan nilai-nilai kehidupan seperti cara bersikap, menghargai oranglain, pembentukan karakter, watak, serta akhlak yang dapat membuat seseorang memiliki moral yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar