Sebelum
Berperang dengan Ujian
Selamat pagi, siang,
sore, dan malam untuk Anda yang sedang membaca tulisan sederhana saya diwaktu
yang entah kapan. Kali ini saya akan membahas mengenai ulangan, ujian, midtest,
atau apapun itu yang berkaitan dengan “Mengerjakan soal-soal”. Ah tentu rasanya
tertekan jika akan sedang Ujian akhir, terutama untuk mahasiswa. Sebenarnya ada
jurus ampuh yang selalu membawa mahasiswa ke pintu gerbang jalan keluar.
Walaupun caranya cenderung instan dan tidak berkah. Salah satunya adalah SKS.
Ya, siapa yang tidak tahu? Sistem Kebut Semalam, Sistem Kelar Semalam. Ah tapi
bagi saya hanya orang-orang “Terlalu pintar” jika belajar menggunakan cara SKS.
Mahasiswa aliran sesat, tetapi jangan salah menilai! mereka juga mungkin
mahasiswa cerdas karena mereka harus
memiliki kapasitas daya ingat yang sangat besar untuk mengingat materi yang
banyaknya melebihi jumlah sampah yang ada di Jakarta dan panjangnya melampaui
jalan tol Cipali dalam waktu semalam :D. Memang cara belajar masing-masing
individu pasti berbeda, dan itu tidak salah. Terlebih lagi sebenarnya saya
yakin di dunia ini tidak ada yang tidak pernah mencontek saat ulangan. jika ada,
mungkin dia malaikat yang terdampar di bumi atau dewa yang sering dimintai
bantuan oleh nenek Uttaran yang menjelma menjadi sosok manusia. Jika hanya
ingin memastikan jawaban kita dengan
bertanya ke teman sih boleh laaah… hehe. (Soalnya saya juga pernah).
Sebenarnya walaupun
mencontek adalah perbuatan yang salah, entah kenapa saya mengapresiasi
orang-orang yang mencontek. Karena bagi saya mereka memiliki keberanian yang
tinggi, mental yang kuat serta jiwa yang sehat! *eh. Berbeda dengan saya yang cenderung
penakut dan gemetar jika membawa
primbon, lantas bagaimana? SKS? Tidak.. IQ dan kapasitas otak saya tidak
mencukupi, daya ingatpun tidak secemerlang BJ. Habibie, yah aku mah apa... jadi
ada beberapa cara yang saya lakukan sebelum Ujian berlangsung, ah sebenarnya ini
rahasia dapur, eh rahasia pribadi maksudnya, tapi tak apalah.. berbagi tips dan
ilmu tidak mengenal istilah rugi apalagi salah.
1. Selesaikan Tugas-Tugas Kuliah!
Tugas. Satu kata tetapi
memiliki beribu makna dan beratnya melebihi cobaan hidup. Bukan mahasiswa jika
belum pernah migren dan menangis karena tugas yang tak kunjung usai. Terutama
jika akan Ujian Akhir Semester, ah betapa malangnya. Jika tugas belum terselesaikan,
jangan harap Anda bisa fokus dengan Ujian yang semakin dekat, ingin belajarpun
pasti bingung karena bayang-bayang tugas yang melebihi bayang-bayang mantan.
Oleh karena itu selesaikan terlebih dahulu. dan Anda akan terbebas dari jeratan
tugas. Yeah Anda bebaaaaaaas.
2. Pikirkan Ketidaknyamanan yang Anda Miliki
Jika tugas sudah
selesai, belum tentu Anda terpacu untuk belajar bukan? Pasti ada kata malas
untuk memegang buku yang beratnya tidak seberapa, apalagi untuk membaca.
Pikirkan tujuan kalian menempuh pendidikan untuk apa, jangan hanya mencari
titik nyaman pada hidup yang dijalani.
Ketidaknyamanan juga penting, salah satunya adalah masalah-masalah dalam hidup
Anda. Seperti masalah keluarga, dipandang rendah orang lain atau teman, jangan
dihindari! renungkan dan peluk rasa sakitnya, jadikan hal tersebut untuk memacu
diri Anda agar memiliki semangat untuk belajar. Kelak, semuanya terbayar jika
Anda berusaha, salah satunya adalah belajar sebelum Ujian, yang saya yakin akan
membuktikan bahwa diri Anda tidak nol.
3. Buat Kata-Kata Motivasi
Setelah memiliki keyakinan, buat kata-kata motivasi dalam buku catatan Anda,
atau dimanapun. Hal itu berguna untuk membangkitkan semangat Anda. Belajar demi
masa depan Anda sendiri! Karena motivasi yang paling ampuh bagi saya adalah
motivasi intrinsik, yaitu semangat yang tercipta dari diri sendiri. bukan dari
orang lain, entah mengapa bagi saya motivasi dari keluarga sekalipun tidak
berpengaruh banyak jika diri sendiri tidak memiliki rasa semangat untuk
memperbaiki diri dan menjadi lebih baik dalam hal belajar. Karena pada dasarnya
hanya kita sendiri yang tahu bagaimana perasaan dan kondisi hati kita, ajak
berdamai dan mulai memengaruhi diri dengan kata-kata motivasi yang Anda buat
sendiri. saya yakin Anda akan lebih termotivasi daripada mendengar motivasi
orang lain yang cenderung menggurui.
4. Buat Poin-Poin Materi (Kertas Tempel)
Materi yang anda dapatkan dari dosen tentu bukanlah seperti buku materi
anak SD atau TK yang sederhana dan penuh dengan gambar bukan? Tetapi full
aksara! Melihatnya saja sudah pusing dan ingin tidur saja. Terlebih lagi jika
materinya berupa soft file dan harus dibuka pada laptop atau PC yang
menyebabkan sakit mata dan sakit jiwa, menderitanya kalian oh mahasiswaaa…
Tapi saya mengatasi hal
tersebut dengan membuat rangkuman atau poin-poin pada materi dan menuliskannya
pada kertas yang dapat ditempel di tembok atau dimanapun dan dapat dipindahkan
pula, hal tersebut berfungsi untuk memunculkan skemata dan memetakan ingatan
pada otak saya agar terfokus pada hal-hal penting yang terdapat pada materi. Tempelkan
kertas-kertas yang sudah Anda tulis dengan point-point materi di tembok, baca
saat akan tidur. Kemudian pindahkan kertas itu kemanapun Anda beraktivitas di
rumah. Misalnya di kaca hias, kulkas, atau bahkan di toilet sekalipun. Sehingga
saat Anda mandi bisa membaca materi, bukan membaca komposisi sampho atau sabun.
Memang terkesan berlebihan dan “Terlalu niat”, tapi namanya juga usaha dan toh
tidak dosa. Iya kan?
5. Belajar dari Jauh Hari
Seperti yang sudah saya katakan diawal. jika ingin
hasil yang maksimal, ya jangan SKS! Belajarlah dari jauh hari sebelum ulangan
berlangsung, tapi jangan terlampau jauh. Dikhawatirkan jika terlalu jauh justru
Anda akan tersesat, eh lupa dengan materi maksudnya. Minimal belajar satu minggu
sebelum ulangan sudah termasuk efektif, itu berguna untuk memberi gambaran
kepada Anda mengenai hal-hal atau materi apa saja yang akan perlu dipersiapkan
saat ulangan nanti.
6. Rekam Materi dengan Suara Sendiri di Ponsel Anda
Anda tentu mahasiswa yang hidup di Indonesia bukan? Jika iya Anda harus
terima karena sistem belajar di Indonesia sebenarnya adalah “Menghafal!”, dan
itu banyak diterapkan pula oleh dosen baik secara sadar ataupun tidak. Dilema
menghafal adalah keram mulut, karena harus menghafal materi dengan cara
mengucapkannya berulang-ulang kali. Memang sih ada yang menghafal didalam hati,
tetapi kebanyakan menggunakan suara. Saya sebenarnya tipe orang yang menghafal
didalam hati, tetapi terkadang saya pikir kurang efektif juga. Untuk mengatasi
masalah tadi, saya biasanya merekam materi yang ingin saya hafal di Hp atau
ponsel, baca dan rekam materi tersebut dengan suara yang jelas tetapi tidak
terlalu cepat, agar saat mendengarkan ulang tidak bingung. Setelah direkam,
dengarkan rekaman materi yang sudah Anda buat pada saat hendak tidur, ataupun
saat ada waktu luang.
7. Manfaatkan Waktu Sekecil Apapun
Jangan sia-siakan waktu yang Anda miliki, terlebih
lagi saat Anda sedang mood untuk belajar. Tapi yang terpenting jangan terlalu
diporsir karena tidak baik. Saya cenderung orang yang belajar “Kapanpun dan
dimanapun saya mau”, dan tidak
memaksakan harus bergelut dengan buku selama berjam-jam. Kalau tidak mau
belajar yasudah, karena percuma jika dipaksakan. Pernah saya melakukan hal
tersebut, belajar tiga jam tanpa henti. Alhasil apa yang terjadi? Saya mual dan
akhirnya muntah! Asli, ini serius bukan rekayasa. Ah sebenarnya ini aib. Tapi
tak apalah. Akhirnya saya putuskan untuk tidak demikian lagi karena tidak
efektif sama sekali.
Anda bisa memanfaatkan
waktu sekecil apapun itu untuk belajar, contohnya saat makan, tidak masalah
jika Anda makan sembari membaca buku atau catatan kecil yang sudah Anda
tempelkan ditembok, memang ada yang mengatakan hal itu kurang baik, tapi entah
saya sering melakukan hal tersebut. Kemudian ketika Anda buang air besar
(Maaf), apa yang biasanya Anda lakukan? di zaman sekarang pasti selalu membawa
hp dan berselancar di sosial media untuk menghilangkan jenuh saat menyelesaikan
panggilan alam. Tinggalkan terlebih dahulu! Anda bisa sembari membawa buku.
Ataupun dapat membawa hp dengan mendengarkan rekaman materi yang sudah Anda
buat dan menggunakan headset agar tidak berisik. Berlebihan? Ah tidak.. jangan
malu, toh saya juga pernah.
8. Belajar Setelah Sholat Subuh
Saat hari ulangan tiba,
Anda bisa memantapkan materi dengan cara belajar setelah sholat subuh, tentunya
hanya sekadar untuk mengingat-ngingatnya saja. Karena Anda telah belajar dari
jauh-jauh hari dan sudah memiliki bekal materi yang lebih. Mengapa setelah
sholat subuh? Karena saat itu kondisi otak sedang fresh dan tidak terganggu
oleh pikiran-pikiran yang lain. Terlebih lagi Anda belajar setelah sholat.
Pasti berkah. Amin..
9. Berdoa, Fokus, Yakin pada Diri Sendiri, dan Berserah Diri
Kembali lagi pada fitrahnya, manusia hanya bisa
berusaha. Selebihnya adalah keputusan dan kuasa Tuhan. Sekeras apapun manusia
berusaha, tetapi apabila Tuhan tidak meridhoi tentu saja hasilnya tidak akan
sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh karena itu jangan pernah merasa sombong
dan pintar. Belajar untuk balance antara usaha dan berdoa. yang paling
terpenting adalah jangan mengabaikan untuk berdoa pada Tuhan sebelum
mengerjakan soal. Fokus serta yakin pada kemampuan diri sendiri dan percaya
bahwa Tuhan melihat. dan yang terakhir adalah berserah diri atas apa yang akan
terjadi untuk hasil yang akan didapatkan. Tentu Anda percaya bahwa hasil akan
sebanding dengan proses. Tetapi apabila belum sebanding, berarti Anda hanya
sekadar berusaha, tetapi mengabaikan Tuhan karena mungkin lupa untuk berdoa.
Ya itulah beberapa cara
yang biasa saya lakukan menjelang ujian, mungkin ada beberapa hal yang pasti
dinilai berlebihan. tapi tidak apa-apa, semua orang berhak untuk menilai. saya
hanya berusaha semampu saya untuk dapat menjadi apa yang saya inginkan, paling
tidak dengan cara-cara aneh tersebut. Kalaupun tips-tips tadi telah
menginspirasi Anda, saya bersyukur karena telah bermanfaat bagi orang lain.
Terimakasih, selamat belajar. Salam mahasiswa!.




:)
BalasHapus:)
BalasHapus