Minggu, 12 Juni 2016

Sebelum Berperang dengan Ujian

Sebelum Berperang dengan Ujian
           
            Selamat pagi, siang, sore, dan malam untuk Anda yang sedang membaca tulisan sederhana saya diwaktu yang entah kapan. Kali ini saya akan membahas mengenai ulangan, ujian, midtest, atau apapun itu yang berkaitan dengan “Mengerjakan soal-soal”. Ah tentu rasanya tertekan jika akan sedang Ujian akhir, terutama untuk mahasiswa. Sebenarnya ada jurus ampuh yang selalu membawa mahasiswa ke pintu gerbang jalan keluar. Walaupun caranya cenderung instan dan tidak berkah. Salah satunya adalah SKS. Ya, siapa yang tidak tahu? Sistem Kebut Semalam, Sistem Kelar Semalam. Ah tapi bagi saya hanya orang-orang “Terlalu pintar” jika belajar menggunakan cara SKS. Mahasiswa aliran sesat, tetapi jangan salah menilai! mereka juga mungkin mahasiswa cerdas karena  mereka harus memiliki kapasitas daya ingat yang sangat besar untuk mengingat materi yang banyaknya melebihi jumlah sampah yang ada di Jakarta dan panjangnya melampaui jalan tol Cipali dalam waktu semalam :D. Memang cara belajar masing-masing individu pasti berbeda, dan itu tidak salah. Terlebih lagi sebenarnya saya yakin di dunia ini tidak ada yang tidak pernah mencontek saat ulangan. jika ada, mungkin dia malaikat yang terdampar di bumi atau dewa yang sering dimintai bantuan oleh nenek Uttaran yang menjelma menjadi sosok manusia. Jika hanya ingin memastikan jawaban  kita dengan bertanya ke teman sih boleh laaah… hehe. (Soalnya saya juga pernah).
            Sebenarnya walaupun mencontek adalah perbuatan yang salah, entah kenapa saya mengapresiasi orang-orang yang mencontek. Karena bagi saya mereka memiliki keberanian yang tinggi, mental yang kuat serta jiwa yang sehat! *eh.  Berbeda dengan saya yang cenderung penakut  dan gemetar jika membawa primbon, lantas bagaimana? SKS? Tidak.. IQ dan kapasitas otak saya tidak mencukupi, daya ingatpun tidak secemerlang BJ. Habibie, yah aku mah apa... jadi ada beberapa cara yang saya lakukan sebelum Ujian berlangsung, ah sebenarnya ini rahasia dapur, eh rahasia pribadi maksudnya, tapi tak apalah.. berbagi tips dan ilmu tidak mengenal istilah rugi apalagi salah.
1. Selesaikan Tugas-Tugas Kuliah!
            Tugas. Satu kata tetapi memiliki beribu makna dan beratnya melebihi cobaan hidup. Bukan mahasiswa jika belum pernah migren dan menangis karena tugas yang tak kunjung usai. Terutama jika akan Ujian Akhir Semester, ah betapa malangnya. Jika tugas belum terselesaikan, jangan harap Anda bisa fokus dengan Ujian yang semakin dekat, ingin belajarpun pasti bingung karena bayang-bayang tugas yang melebihi bayang-bayang mantan. Oleh karena itu selesaikan terlebih dahulu. dan Anda akan terbebas dari jeratan tugas. Yeah Anda bebaaaaaaas.
2. Pikirkan Ketidaknyamanan yang Anda Miliki
            Jika tugas sudah selesai, belum tentu Anda terpacu untuk belajar bukan? Pasti ada kata malas untuk memegang buku yang beratnya tidak seberapa, apalagi untuk membaca. Pikirkan tujuan kalian menempuh pendidikan untuk apa, jangan hanya mencari titik nyaman  pada hidup yang dijalani. Ketidaknyamanan juga penting, salah satunya adalah masalah-masalah dalam hidup Anda. Seperti masalah keluarga, dipandang rendah orang lain atau teman, jangan dihindari! renungkan dan peluk rasa sakitnya, jadikan hal tersebut untuk memacu diri Anda agar memiliki semangat untuk belajar. Kelak, semuanya terbayar jika Anda berusaha, salah satunya adalah belajar sebelum Ujian, yang saya yakin akan membuktikan bahwa diri Anda tidak nol.

3. Buat Kata-Kata Motivasi

         Setelah memiliki keyakinan, buat kata-kata motivasi dalam buku catatan Anda, atau dimanapun. Hal itu berguna untuk membangkitkan semangat Anda. Belajar demi masa depan Anda sendiri! Karena motivasi yang paling ampuh bagi saya adalah motivasi intrinsik, yaitu semangat yang tercipta dari diri sendiri. bukan dari orang lain, entah mengapa bagi saya motivasi dari keluarga sekalipun tidak berpengaruh banyak jika diri sendiri tidak memiliki rasa semangat untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik dalam hal belajar. Karena pada dasarnya hanya kita sendiri yang tahu bagaimana perasaan dan kondisi hati kita, ajak berdamai dan mulai memengaruhi diri dengan kata-kata motivasi yang Anda buat sendiri. saya yakin Anda akan lebih termotivasi daripada mendengar motivasi orang lain yang cenderung menggurui.
4. Buat Poin-Poin Materi (Kertas Tempel)

         Materi yang anda dapatkan dari dosen tentu bukanlah seperti buku materi anak SD atau TK yang sederhana dan penuh dengan gambar bukan? Tetapi full aksara! Melihatnya saja sudah pusing dan ingin tidur saja. Terlebih lagi jika materinya berupa soft file dan harus dibuka pada laptop atau PC yang menyebabkan sakit mata dan sakit jiwa, menderitanya kalian oh mahasiswaaa…
            Tapi saya mengatasi hal tersebut dengan membuat rangkuman atau poin-poin pada materi dan menuliskannya pada kertas yang dapat ditempel di tembok atau dimanapun dan dapat dipindahkan pula, hal tersebut berfungsi untuk memunculkan skemata dan memetakan ingatan pada otak saya agar terfokus pada hal-hal penting yang terdapat pada materi. Tempelkan kertas-kertas yang sudah Anda tulis dengan point-point materi di tembok, baca saat akan tidur. Kemudian pindahkan kertas itu kemanapun Anda beraktivitas di rumah. Misalnya di kaca hias, kulkas, atau bahkan di toilet sekalipun. Sehingga saat Anda mandi bisa membaca materi, bukan membaca komposisi sampho atau sabun. Memang terkesan berlebihan dan “Terlalu niat”, tapi namanya juga usaha dan toh tidak dosa. Iya kan?
5. Belajar dari Jauh Hari
            Seperti yang sudah saya katakan diawal. jika ingin hasil yang maksimal, ya jangan SKS! Belajarlah dari jauh hari sebelum ulangan berlangsung, tapi jangan terlampau jauh. Dikhawatirkan jika terlalu jauh justru Anda akan tersesat, eh lupa dengan materi maksudnya. Minimal belajar satu minggu sebelum ulangan sudah termasuk efektif, itu berguna untuk memberi gambaran kepada Anda mengenai hal-hal atau materi apa saja yang akan perlu dipersiapkan saat ulangan nanti.
6. Rekam Materi dengan Suara Sendiri di Ponsel Anda

         Anda tentu mahasiswa yang hidup di Indonesia bukan? Jika iya Anda harus terima karena sistem belajar di Indonesia sebenarnya adalah “Menghafal!”, dan itu banyak diterapkan pula oleh dosen baik secara sadar ataupun tidak. Dilema menghafal adalah keram mulut, karena harus menghafal materi dengan cara mengucapkannya berulang-ulang kali. Memang sih ada yang menghafal didalam hati, tetapi kebanyakan menggunakan suara. Saya sebenarnya tipe orang yang menghafal didalam hati, tetapi terkadang saya pikir kurang efektif juga. Untuk mengatasi masalah tadi, saya biasanya merekam materi yang ingin saya hafal di Hp atau ponsel, baca dan rekam materi tersebut dengan suara yang jelas tetapi tidak terlalu cepat, agar saat mendengarkan ulang tidak bingung. Setelah direkam, dengarkan rekaman materi yang sudah Anda buat pada saat hendak tidur, ataupun saat ada waktu luang. 
7. Manfaatkan Waktu Sekecil Apapun
            Jangan sia-siakan waktu yang Anda miliki, terlebih lagi saat Anda sedang mood untuk belajar. Tapi yang terpenting jangan terlalu diporsir karena tidak baik. Saya cenderung orang yang belajar “Kapanpun dan dimanapun saya mau”,  dan tidak memaksakan harus bergelut dengan buku selama berjam-jam. Kalau tidak mau belajar yasudah, karena percuma jika dipaksakan. Pernah saya melakukan hal tersebut, belajar tiga jam tanpa henti. Alhasil apa yang terjadi? Saya mual dan akhirnya muntah! Asli, ini serius bukan rekayasa. Ah sebenarnya ini aib. Tapi tak apalah. Akhirnya saya putuskan untuk tidak demikian lagi karena tidak efektif sama sekali.
            Anda bisa memanfaatkan waktu sekecil apapun itu untuk belajar, contohnya saat makan, tidak masalah jika Anda makan sembari membaca buku atau catatan kecil yang sudah Anda tempelkan ditembok, memang ada yang mengatakan hal itu kurang baik, tapi entah saya sering melakukan hal tersebut. Kemudian ketika Anda buang air besar (Maaf), apa yang biasanya Anda lakukan? di zaman sekarang pasti selalu membawa hp dan berselancar di sosial media untuk menghilangkan jenuh saat menyelesaikan panggilan alam. Tinggalkan terlebih dahulu! Anda bisa sembari membawa buku. Ataupun dapat membawa hp dengan mendengarkan rekaman materi yang sudah Anda buat dan menggunakan headset agar tidak berisik. Berlebihan? Ah tidak.. jangan malu, toh saya juga pernah.
8. Belajar Setelah Sholat Subuh
            Saat hari ulangan tiba, Anda bisa memantapkan materi dengan cara belajar setelah sholat subuh, tentunya hanya sekadar untuk mengingat-ngingatnya saja. Karena Anda telah belajar dari jauh-jauh hari dan sudah memiliki bekal materi yang lebih. Mengapa setelah sholat subuh? Karena saat itu kondisi otak sedang fresh dan tidak terganggu oleh pikiran-pikiran yang lain. Terlebih lagi Anda belajar setelah sholat. Pasti berkah. Amin..
9.  Berdoa, Fokus, Yakin pada Diri Sendiri, dan Berserah Diri
            Kembali lagi pada fitrahnya, manusia hanya bisa berusaha. Selebihnya adalah keputusan dan kuasa Tuhan. Sekeras apapun manusia berusaha, tetapi apabila Tuhan tidak meridhoi tentu saja hasilnya tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh karena itu jangan pernah merasa sombong dan pintar. Belajar untuk balance antara usaha dan berdoa. yang paling terpenting adalah jangan mengabaikan untuk berdoa pada Tuhan sebelum mengerjakan soal. Fokus serta yakin pada kemampuan diri sendiri dan percaya bahwa Tuhan melihat. dan yang terakhir adalah berserah diri atas apa yang akan terjadi untuk hasil yang akan didapatkan. Tentu Anda percaya bahwa hasil akan sebanding dengan proses. Tetapi apabila belum sebanding, berarti Anda hanya sekadar berusaha, tetapi mengabaikan Tuhan karena mungkin lupa untuk berdoa.
            Ya itulah beberapa cara yang biasa saya lakukan menjelang ujian, mungkin ada beberapa hal yang pasti dinilai berlebihan. tapi tidak apa-apa, semua orang berhak untuk menilai. saya hanya berusaha semampu saya untuk dapat menjadi apa yang saya inginkan, paling tidak dengan cara-cara aneh tersebut. Kalaupun tips-tips tadi telah menginspirasi Anda, saya bersyukur karena telah bermanfaat bagi orang lain. Terimakasih, selamat belajar. Salam mahasiswa!.



2 komentar: